SUNGAI TEDUH

Photo by kazuend on Unsplash

Kehidupan seumpama aliran sungai yang mengalir mengikuti liku – likunya dari hulu menuju hilir. Hulu adalah awal mula kita menghirup udara di dunia dan hilir adalah perhentian suatu saat nanti ketika Tuhan memanggil kita pulang. Menjadi air yang mengalir di sungai kehidupan bukanlah semata – mata mengikuti keinginan kita sendiri. Ketika Tuhan mengijinkan kita melaluinya, banyak hal yang sedang Tuhan rencanakan. Ada kalanya kita harus melewati bebatuan besar, lembah curam, sungai yang berkelok – kelok, arus yang deras, dan berbagai situasi yang tak pernah bisa kita prediksi. Melalui banyak rintangan, Tuhan ingin menunjukkan maksud dan kehendak-Nya bagi kita. Banyak hal akan kita pertanyakan selama perjalanan, tentang musim panas yang gersang, atau tentang badai yang ganas menerjang.

Mengalirlah bersama-Nya sehingga kita bisa mengetahui bagaimana tangan Tuhan bekerja di setiap musim kehidupan.  Tuhan menghendaki kita tetap mengikuti-Nya sehingga kita merasakan keteduhan dan kesejukan. Sungai yang teduh akan memberikan ketenangan bagi jiwa – jiwa yang rapuh. Sungai yang sejuk akan melegakan jiwa – jiwa yang dahaga. Mengalir sesuai kehendak-Nya, menjadi teduh, dan memberi kesejukan adalah sebuah misi dari Tuhan untuk anak – anak-Nya.

Menceritakan kisah tentang perjalanan mengalir bersama-Nya adalah bukti bahwa kita memahami dan mensyukuri setiap liku - liku yang terjadi. Tak ada satu hal pun bisa kita hadapi tanpa campur tangan Tuhan. Mengalir Bersama-Nya bukan berarti kita terbebas dari riak gelombang, menyusuri jeram, ataupun luput dari menghantam batu besar. Bukan berarti cuaca akan selalu bersahabat dan menjadi kawan seperjalanan. Namun begitu banyak keajaiban kita alami ketika kita mengandalkan-Nya. Banyak kisah yang bisa dibagikan untuk menguatkan hati. Jikalau hari – hari yang kita lalui tak mudah, apakah kita lantas menyerah? Berdiamlah sejenak laksana air yang tenang. Pejamkan matamu sambil mengikuti aliran yang Tuhan tetapkan. Jiwamu akan menemukan keteduhan dan kuasa-Nya akan menjadikanmu air sungai kehidupan yang jernih bagaikan kristal.

Kehidupan yang mengalir seperti aliran sungai membawa berjuta cerita tentang perjuangan anak manusia yang tercipta dari kasih seorang Bapa. Saat kita memulai kehidupan dengan menghirup nafas pemberian-Nya, saat itu pula Bapa berjanji akan selalu ada bersama kita. Mengapa Tuhan menciptakan kita?

MATA AIR KEHIDUPAN : DARI MANA KITA BERASAL?

Sumber gambar :www.freepik.com

"Sungai yang mengalir tidak takut pada batu besar, ia hanya mencari jalan lain"

Tuhan memiliki sebuah misi untuk masing – masing kita. Tidak ada satu pun dari kita yang tercipta sia – sia. Sama halnya dengan tidak ada satu pun sungai yang terbentuk tanpa suatu tujuan. Sungai yang timbul dari sebuah mata air, jernih dan murni, memiliki misi mengalir dari atas pegunungan menuju ke segala penjuru arah untuk memberikan kehidupan bagi semua yang dilaluinya. Tanah yang tandus dan gersang menjadi hijau berkat aliran sebuah sungai. Bunga – bunga bermekaran, pohon – pohon tumbuh subur memberi keteduhan. Binatang – binatang besar dan kecil mendekat ke sungai untuk melepaskan dahaga dan membasuh tubuh mereka. Sungai memberi kehidupan bagi semua makhluk Tuhan. Aliran sungai yang tenang akan selalu dinantikan dan dirindukan. Akan selalu memberi kedamaian. Musim boleh berganti, waktu boleh berlalu, namun kehidupan akan terus berjalan.

Lahir dari mata air adalah anugerah. Kita tidak bisa memilih dan meminta dilahirkan dari apa dan siapa. Tapi kita bisa memilih akan menjadi seperti apa. Seringkali sebagai manusia kita kecewa mengapa dilahirkan, dibesarkan, dan tinggal dalam kehidupan yang tidak sesuai yang kita inginkan. Terkadang sesederhana, “Aku hanya ingin memiliki keluarga yang utuh”, “Seandainya aku memiliki tubuh yang sempurna”, atau “Aku ingin merasakan dipeluk ibuku dan bisa berbicara dengan ayahku”. Kita bertanya – tanya, “Mengapa Tuhan?”

Tuhan pernah berkata, bahwa Ia akan membuat sungai – sungai memancar di atas bukit – bukit yang gundul, dan membuat mata – mata air membual di tengah dataran, membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering. Ini adalah bukti bahwa seperti apapun awal mula kehidupan kita, tangan-Nya tidak berhenti memberkati. Sejak kita dibentuk, Tuhan punya rencana besar bagi kehidupan kita. Tidak ada satupun peristiwa yang terjadi dalam hidup tanpa sepengetahuan-Nya.

Oleh perkenanan-Nya aku tercipta

Cinta kasih surgawi mengantarku terlahir ke dunia

Dihembuskan-Nya nafas kehidupan dalam raga

Janji yang indah memeluk tubuhku yang fana

Laksana air memancar dari bumi

Jiwa yang jernih dan murni

Mengalir dalam kasih sejati

Bagi-Nya kehadiranku sungguh berarti

Kasih yang sempurna telah menghadirkan kita ke dunia yang penuh warna. Terkadang kita lupa bahwa kehadiran kita sangat dinantikan-Nya. Rencana-Nya tersusun sedemikian rupa dan tak ada setitik pun yang luput dari perhitungan-Nya. Bahkan Tuhan tahu berapa jumlah nafas yang kita hirup, pun Tuhan tahu berapa kali jantung kita berdetak di sepanjang usia kita. Seperti kita merencanakan sebuah pesta besar yang sangat berkesan, demikian pula Tuhan merancang masing – masing kita begitu istimewa. Bagaimana mungkin Tuhan tidak tahu jika kita menangis di sudut kamar meratapi untuk apa kita dilahirkan? Bertahanlah sebentar, ijinkan Tuhan mengatakan sesuatu.

Kamu terlahir dari mata air murni yang sejuk dan akan memberi kehidupan di setiap langkahmu. Betapa indah hidup dengan segala perjalanannya. Meski seringkali kita merasa sendiri dan tak ada yang peduli, namun sesungguhnya Tuhan tak pernah sedetik pun melepas genggaman-Nya. Kita hanya perlu satu hal, menyadarinya. Berhentilah sejenak berbicara pada dirimu sendiri, berhentilah menghakimi diri sendiri. Mulailah berdiam dan mendengarkan. Ada hal baik hendak dikatakan-Nya : “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi”. Keputusan terbaik kita adalah ketika kita menyerahkan jiwa pada Sang Pemilik Kehidupan untuk mengalir bersama rencana-Nya.

LIKU - LIKU PERJALANAN : MENEMUKAN MAKNA HIDUP

Di bumi ini, sungai tak pernah ada yang memiliki aliran yang hanya lurus saja. Semua sungai memiliki liku, meskipun tiap sungai berbeda liku alirannya. Terkadang harus melewati bukit dan lembah curam. Pada kenyataannya, kita yang berserah pun suatu saat tetap dipertemukan dengan kepahitan hidup, kesulitan yang bertubi – tubi, seolah kita sendiri yang mengalami. Hati kita akan merasa begitu hancur. Luka demi luka membuat kita nampak begitu rapuh. Setiap kali kita melangkah, jalan kita tertatih, tersandung, terjerembab, lalu jatuh. Seolah kita adalah air sungai yang mengalir dari mata air di gunung yang tinggi, yang harus mengalir mengikuti gravitasi, membentur batu besar, tanah padas, akar pohon yang kuat, dan berbagai halangan. Berjuta pertanyaan berkecamuk. Apakah harus seperti ini jalan yang dijanjikan-Nya?

Hatiku merintih mengiba mengharapkan jawaban

Berjuta pertanyaan menyesah batin hingga nyeri

merasuk ke jantung dan denyut nadi

Dalam derai air mata aku menyapa-Nya yang kusebut Sahabat

Karena hanya di hadapan-Nya aku mampu meluapkan semua

Tanganku menggapai – gapai mencari tangan-Nya

Aku rindu tangan kokoh yang selalu menopang

Seringkali kita berkata pada diri sendiri, “Perjalanan ini tak sanggup aku lanjutkan”. Namun entah dari mana selalu datang kekuatan. Seperti pada awal mulanya Tuhan telah merencanakan, bahwa kita adalah pilihan-Nya untuk melakukan pekerjaan baik. Hidup kita adalah sebuah misi dengan sebuah tujuan. Kita adalah pejuang yang memiliki arah yang pasti meski harus melalui kepedihan, itu adalah bagian dari ujian, seberapa banyak kita mengandalkan Tuhan.

Dalam senyap aku mengadu

Mengurai setiap kata dan menyusut butiran air mata

Dalam senyap aku tertunduk sendu

Bernaung pada keteduhan ketika sesak dada mendera

Rindu yang membuncah masuk dalam mahligai

Menumpahkan gejolak hati memeluk nestapa

Segala kesah dan luka terpendam pun memburai

Memupuk harap dalam berjuta duka

Senyap,

Suara teduh-Mu menyapa dalam senyap

Udara hangat mengikis kebekuan

Cahaya lembut merona dari celah kabut kelam

Tak selalu ada jawaban atas semua pertanyaan

Namun kehadiran-Mu menepis ragu dan kebimbangan

Siapakah aku hingga Engkau membisikkan sesuatu?

Siapakah aku hingga Engkau menghapus air mataku?

Di antara berjuta manusia, dan Engkau masih sama

Memandangku sebagai harta yang berharga

Sabda-Nya, Sungai yang tenang mampu melewati liku – liku perjalanan

Jiwa yang tenang mampu melewati liku – liku kehidupan

Dari dalam hatinya akan mengalir aliran – aliran air hidup

Apapun yang terjadi, Tuhan memilih kita untuk tetap mengalir mengikuti kehendak-Nya. Menyusuri satu demi satu aral terjal, melewati berbagai musim dan pergumulan. Satu hal yang Tuhan inginkan : kita masih tetap setia meski segalanya terasa hanya memberikan rasa kecewa. Mungkin manusia sering mengecewakan kita, tapi Tuhan tak akan membuat kita kecewa. Janji-Nya akan memulihkan hati kita yang hancur, kasih-Nya akan membangun kembali tulang – tulang kita yang remuk. Bukan pula hak kita untuk membandingkan liku hidup kita dengan orang lain. Semua orang memiliki perjalanan hidup masing - masing.

Terkadang tanpa kita sadari, kita justru menjadi seperti lahir kembali. Jadi, bukankah memang begitu seharusnya sebuah aliran sungai? Tak pernah hanya seperti suatu garis. Bukankah dengan liku – liku itu sungai akan nampak begitu indah? Bukankah dengan liku – liku itu sungai bisa menjangkau mereka yang membutuhkan? Betapa banyak makhluk bersukacita karena aliran sungai yang terpancar di sekitar mereka. Bahkan meski nampak dari kejauhan, siapapun akan mendekatinya. Bukan tanpa maksud kita diletakkan di suatu tempat. Karena di situlah banyak jiwa – jiwa dahaga membutuhkan kesejukan. Jiwa – jiwa yang ingin tumbuh dan memiliki hidup.

"Sebuah perjalanan akan selalu penuh liku. Tapi bukankah itu yang membuatnya bermakna dan memiliki tujuan?"

SUNGAI YANG TENANG : KEKUATAN DALAM KEHENINGAN

Sumber Gambar : www.freepik.com

      Di setiap perjalanan kamu menemui berbagai pemandangan dan kehidupan. Ada kalanya pemandangan yang kering, tandus, seperti tak ada harapan lagi untuk hidup. Di situlah kamu sengaja ditempatkan-Nya untuk memberi setetes harapan. Terkadang kamu harus melewati bebatuan cadas yang besar dan keras untuk membuatnya menjadi lapuk dan merasakan aliranmu yang sejuk. Aliranmu melewati celah – celah kecil yang tak dapat ditembus sinar matahari sekalipun dan kamu bisa memberi secerca asa bagi kehidupan yang sunyi. Seorang pencari ikan bersampan mengikuti aliranmu yang teduh, hatinya gembira menyambut hari. Semesta selalu menyambut hangat setiap aliran sungai yang teduh.

Semalam badai menerjang. Memporak - porandakan perjalanan. Keesokan paginya mentari bersinar lembut, memberi kehangatan dan kilau di perjalananmu. Lihatlah dirimu yang baru. Terpancar rona indah berwarna kuning keemasan. Membias di sudut – sudut hati yang ragu. Tahukah kamu? Tuhan ingin sinarmu memancar seperti itu. Menerangi jiwa – jiwa yang rindu. Betapa ajaib karya-Nya. Dari luka karena liku – liku perjalanan, hidupmu diubah menjadi penawar nyeri dan memberi keteduhan. Kamu menjadi sungai yang mengalir tenang dan teduh. Memberi kesejukan, menenangkan, dan menguatkan hati. Sungguh indah dibentuk oleh tangan-Nya. Kini kamu tahu, perjalananmu bukan milikmu sendiri. Ada kuasa yang menuntun dengan lembut seperti tangan seorang ibu yang menjagai bayinya yang sedang belajar berjalan. Setiap aliran memiliki makna yang akan terbingkai dalam kehidupan yang selalu baru meskipun penuh liku. 

"Yang terpenting bukan hanya bagaimana kamu mengalir, tapi dengan siapa kamu mengalir hingga ke hilir"

Apa makna perjalanan hidup bagimu? Bagikan ceritamu di kolom komentar, ya! Supaya kita bisa saling menguatkan.

SUNGAI TEDUH

Photo by kazuend on Unsplash Kehidupan seumpama aliran sungai yang mengalir mengikuti liku – likunya dari hulu menuju hilir. Hulu adalah aw...